Salam Gajah, Semangat Solidaritas, dan Penguatan Organisasi PSI
Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 Tahun Pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
RAKORDA PSI KOTA DEPOK 2026
Sabtu, 31 Oktober 2026
Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok
Saudara-saudara seluruh kader dan pengurus Partai Solidaritas Indonesia yang saya banggakan,
Mulai hari ini, mari kita membiasakan Salam Gajah sebagai salam komando dan identitas kebersamaan kader PSI. Setiap kali kita berpapasan dengan sesama kader atau pengurus, cukup ucapkan “GAJAH!” dan yang disapa menjawab “KUAT, BIJAK, SETIA!” atau “UH! UH! UH!”. Pilih salah satu jawaban sebagai bentuk salam kita bersama.
Salam ini tidak terbatas kepada pengurus yang sudah saling mengenal. Ketika kita bertemu seseorang yang mengenakan atribut Gajah, meskipun belum mengenalnya, sapalah dengan “GAJAH!” Inilah kebiasaan yang ingin kita bangun sebagai identitas dan simbol solidaritas sesama kader PSI.
Kekuatan PSI sebagai partai politik juga dapat dilihat dari seberapa luas masyarakat mengenal nama, lambang, dan identitas partai kita. Baik masyarakat perkotaan maupun perdesaan perlu mengetahui apa itu PSI dan apa simbol partai kita. Karena itu, pengenalan lambang Gajah menjadi bagian penting dalam kegiatan sosialisasi organisasi.
Sebagaimana pesan Bapak Joko Widodo untuk turun langsung menemui masyarakat, para kader perlu hadir, mendengar, dan memahami kebutuhan warga. Pelayanan serta bantuan yang diberikan hendaknya dilakukan sesuai kemampuan, secara tulus, dan tanpa mengharapkan imbalan. Kehadiran pengurus harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
DPP, DPW, DPD, DPC, hingga DPRt harus bekerja secara berjenjang, terukur, dan berkesinambungan. Setiap tingkatan kepengurusan perlu menetapkan target kegiatan sosialisasi, melaksanakannya, memantau hasilnya, serta mengevaluasi sejauh mana masyarakat telah mengenal PSI dan lambang Gajah.
Pengurus di tingkat atas memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan, pendampingan, dan pemantauan terhadap pengurus di bawahnya. Seluruh tingkatan organisasi harus saling bekerja sama dan turun langsung ke lapangan agar program-program DPP tidak berhenti sebagai instruksi organisasi, tetapi benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk memastikan pelaksanaan program, perlu diterapkan sistem penghargaan dan evaluasi kinerja (reward and punishment) yang objektif, adil, dan transparan. Pengurus yang aktif, disiplin, dan berhasil menjalankan program organisasi layak mendapatkan penghargaan. Sebaliknya, pengurus yang belum menjalankan tanggung jawabnya perlu mendapatkan evaluasi dan pembinaan.
Saudara-saudara sekalian,
RAKORDA PSI Kota Depok 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan organisasi, memperjelas tanggung jawab setiap pengurus, dan membangun kebiasaan kerja yang dapat diukur hasilnya.
Tanamkan Gajah dalam pikiran kita, jadikan solidaritas sebagai semangat bersama, dan buktikan pengabdian melalui tindakan nyata kepada masyarakat.
Salam GAJAH!
KUAT, BIJAK, SETIA!
UH! UH! UH!
