Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Sebuah renungan tentang kenyataan hidup ketika seseorang memasuki usia 60 tahun ke atas. Menurut saya, pesan seperti ini penting bukan hanya bagi mereka yang telah memasuki usia lanjut, tetapi juga bagi kita yang masih berada dalam usia produktif. Sebab suatu hari nanti, apabila Tuhan memberikan umur panjang, kita pun akan sampai pada fase kehidupan tersebut. Ketika masih muda, kita sering sibuk mengejar banyak hal. Kita mengejar pekerjaan, jabatan, penghasilan, rumah, kendaraan, penghargaan, bahkan pengakuan dari orang lain. Semuanya tidak salah. Namun waktu akan mengajarkan bahwa tidak semua yang kita kejar hari ini akan tetap mempunyai arti yang sama ketika usia semakin bertambah.
Rumah Besar Tidak Selalu Berarti Kehangatan
Ada masa ketika rumah dipenuhi suara anak-anak, keluarga, sahabat, dan berbagai kesibukan. Namun seiring berjalannya waktu, anak-anak tumbuh dan mempunyai kehidupan masing-masing. Teman-teman mulai jarang bertemu, sementara beberapa orang yang pernah dekat dengan kita mungkin telah lebih dahulu meninggalkan dunia. Rumah yang dahulu ramai perlahan menjadi lebih tenang. Karena itu, menurut saya, jangan menunggu usia tua untuk mulai menghargai keluarga. Luangkan waktu untuk pasangan, anak, saudara, sahabat, dan orang-orang yang benar-benar peduli kepada kita. Kita mungkin dapat membeli rumah yang besar, tetapi kebersamaan di dalamnya tidak dapat dibeli dengan uang.
Uang Penting, Tetapi Bukan Segalanya
Kita tentu membutuhkan uang untuk menjalani kehidupan. Namun video ini juga mengingatkan bahwa ada banyak hal yang tidak dapat dibeli oleh uang. Kita mungkin mempunyai tempat tidur yang mahal, tetapi belum tentu dapat membeli tidur yang nyenyak. Kita dapat membeli makanan terbaik, tetapi kesehatan tetap harus dijaga. Kita dapat mempunyai banyak harta, tetapi ketenangan hati tidak otomatis datang bersama kekayaan. Karena itu, carilah rezeki dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan sampai seluruh kehidupan kita habis hanya untuk mengejar materi. Kesehatan, ketenangan, keluarga, persahabatan, dan waktu adalah kekayaan yang sering baru kita sadari nilainya ketika mulai berkurang.
Pada Akhirnya, Popularitas Tidak Terlalu Penting
Ketika masih aktif bekerja dan berada di tengah masyarakat, kita mungkin dikenal banyak orang. Kita mempunyai jabatan, posisi, relasi, maupun berbagai pencapaian. Namun semuanya mempunyai waktunya. Menurut saya, semakin bertambah usia, kita akan semakin memahami bahwa yang terpenting bukan berapa banyak orang mengenal kita, tetapi berapa banyak orang yang pernah merasakan kebaikan dari kehadiran kita. Jabatan akan berakhir. Popularitas dapat menghilang. Gelar dan penghargaan pada akhirnya menjadi bagian dari perjalanan hidup. Tetapi kebaikan yang pernah kita lakukan dapat tinggal jauh lebih lama dalam ingatan orang lain.
Jangan Membawa Luka Sampai Hari Tua
Video ini juga memberikan pesan yang sangat penting tentang memaafkan. Apabila masih ada sahabat, keluarga, atau orang lain yang pernah kita sakiti, jangan terlalu lama menunda untuk meminta maaf. Demikian pula apabila ada orang yang pernah menyakiti kita, belajarlah untuk memaafkan. Hidup terlalu singkat apabila hanya dihabiskan untuk menyimpan kemarahan. Menurut saya, memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan seseorang. Memaafkan adalah keputusan untuk tidak terus membawa beban masa lalu ke dalam perjalanan hidup kita berikutnya. Semakin bertambah usia, ketenangan hati jauh lebih berharga daripada memenangkan sebuah pertengkaran.
Persiapkan Hari Tua Sejak Hari Ini
Usia 60 tahun bukan akhir kehidupan. Justru dapat menjadi masa ketika seseorang mempunyai lebih banyak pengalaman, kebijaksanaan, dan kesempatan untuk memberikan sesuatu kepada generasi berikutnya. Tetapi masa tua yang baik perlu dipersiapkan. Jagalah kesehatan sejak sekarang. Bangun hubungan yang baik dengan keluarga. Kelola keuangan dengan bijaksana. Pelihara persahabatan. Dekatkan diri kepada Tuhan. Dan yang tidak kalah penting, teruslah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Karena pada akhirnya, kita tidak hanya membutuhkan umur yang panjang, tetapi kehidupan yang mempunyai arti. Jangan sampai kita berhasil mengumpulkan begitu banyak harta, tetapi kehilangan keluarga. Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar pengakuan, tetapi kehilangan sahabat. Jangan pula menunggu usia tua untuk mengatakan terima kasih, meminta maaf, memaafkan, dan menunjukkan kasih kepada orang-orang yang kita cintai. Menurut saya, pesan terbesar dari video ini sederhana: selagi masih mempunyai waktu, hiduplah dengan baik. Sayangi keluarga, jaga kesehatan, berbuatlah baik, dan jangan menunda kebahagiaan yang sebenarnya dapat kita rasakan hari ini. Sebab pada akhirnya, yang akan kita kenang bukan hanya seberapa banyak yang berhasil kita miliki, tetapi seberapa berarti perjalanan hidup yang telah kita jalani dan seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan.
