Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok
Dunia usaha terus bergerak. Cara masyarakat mencari produk, membandingkan harga, memilih tempat berbelanja, melakukan pembayaran, hingga memberikan penilaian sudah berubah. Menurut saya, pelaku UMKM tidak cukup hanya mempunyai produk yang bagus. Mereka juga harus mampu membaca perubahan pasar dan menyesuaikan cara menjalankan usaha. Perubahan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru bagi UMKM, kemampuan beradaptasi dapat menjadi kekuatan. Usaha yang dahulu hanya mengandalkan pelanggan di sekitar tempat usaha, sekarang mempunyai kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas melalui teknologi, media sosial, layanan pesan antar, maupun pemasaran digital.
Pelajari Perubahan Perilaku Konsumen
Konsumen saat ini semakin mudah mendapatkan informasi. Sebelum membeli, mereka dapat melihat harga, membaca ulasan, membandingkan produk, bahkan mencari rekomendasi melalui media sosial. Karena itu, menurut saya, pelaku UMKM harus memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan. Jangan hanya menjual apa yang ingin kita jual, tetapi pelajari juga apa yang dicari pasar. Dengarkan kritik dan masukan pelanggan. Perhatikan produk yang paling diminati. Evaluasi harga, kualitas, kemasan, dan pelayanan. Informasi sederhana seperti ini dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat.
Digitalisasi Harus Menghasilkan Manfaat Nyata
Memiliki akun media sosial belum tentu berarti sebuah usaha sudah benar-benar melakukan transformasi digital. Digitalisasi seharusnya membuat usaha menjadi lebih mudah ditemukan, lebih mudah dihubungi, lebih mudah melakukan transaksi, dan lebih cepat melayani pelanggan. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk promosi, pencatatan keuangan, pembayaran digital, komunikasi dengan pelanggan, hingga mengelola pesanan. Namun menurut saya, teknologi hanyalah alat. Yang tetap menentukan adalah kualitas produk dan kepercayaan pelanggan. Promosi yang bagus mungkin membuat seseorang membeli pertama kali, tetapi kualitas dan pelayanan yang baiklah yang membuat pelanggan datang kembali.
Jangan Takut Memperbaiki Produk dan Cara Berjualan
Ada kalanya sebuah produk sebenarnya mempunyai kualitas yang baik, tetapi kemasannya kurang menarik. Ada usaha yang mempunyai pelanggan loyal, tetapi promosinya masih terbatas. Ada pula yang produknya mulai tertinggal karena tidak pernah melakukan pembaruan. Menurut saya, pelaku usaha harus berani melakukan evaluasi. Perbaiki kemasan jika diperlukan. Tingkatkan pelayanan. Pelajari cara pemasaran baru. Gunakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Jangan mempertahankan suatu cara hanya karena sudah digunakan selama bertahun-tahun. Berubah bukan berarti meninggalkan identitas usaha. Justru perubahan dapat dilakukan untuk memperkuat kualitas dan memperluas pasar.
Bangun Sistem, Jangan Selamanya Bergantung pada Pemilik
Banyak UMKM berjalan baik ketika pemilik berada di tempat, tetapi mulai bermasalah ketika pemilik tidak hadir. Ini menunjukkan bahwa usaha masih terlalu bergantung pada satu orang. Menurut saya, UMKM yang ingin berkembang harus mulai mempunyai sistem kerja yang sederhana tetapi jelas: pencatatan keuangan, standar pelayanan, pengelolaan stok, pembagian tugas, serta prosedur dalam menghadapi pelanggan. Dengan sistem yang baik, usaha akan lebih mudah berkembang, menambah tenaga kerja, membuka cabang, ataupun meningkatkan kapasitas produksi.
Adaptasi Harus Diikuti Konsistensi
Mengikuti perubahan pasar bukan berarti setiap tren harus diikuti. Pelaku usaha tetap harus mempertimbangkan kemampuan, karakter produk, modal, dan kebutuhan pelanggan. Menurut saya, UMKM harus adaptif tetapi jangan kehilangan arah. Cobalah hal baru secara terukur, lihat hasilnya, kemudian lakukan evaluasi. Jika efektif, lanjutkan. Jika tidak, perbaiki atau cari pendekatan lain. Yang terpenting adalah jangan berhenti belajar. Pada akhirnya, persaingan usaha akan terus berubah. Teknologi berkembang, perilaku konsumen berubah, dan cara pemasaran juga akan terus bergerak. Karena itu, UMKM yang ingin bertahan dan berkembang harus mempunyai kemampuan belajar lebih cepat daripada perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Saran saya kepada para pelaku UMKM: pelajari pasar, dengarkan pelanggan, manfaatkan teknologi, perbaiki kualitas, bangun sistem usaha, dan jangan takut melakukan perubahan. Tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Mulailah dari bagian yang paling penting dan lakukan secara konsisten.
Karena menurut saya, usaha yang mampu bertahan bukan selalu usaha yang paling besar, tetapi usaha yang mau belajar, beradaptasi, dan terus memperbaiki diri.(BN)
