Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Bertemu dengan seseorang yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia hukum selalu menjadi kesempatan yang berharga. Demikian pula ketika saya berkesempatan bertemu dengan Otto Hasibuan, salah satu pengacara yang dikenal luas di Indonesia. Bagi saya, pertemuan tersebut bukan sekadar perjumpaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, berdiskusi, dan melihat kembali bagaimana pengalaman panjang dapat membentuk cara seseorang berpikir dan bersikap dalam menghadapi berbagai persoalan. Dunia hukum bukan hanya berbicara mengenai pasal, aturan, dan proses persidangan. Di balik hukum terdapat manusia, kepentingan masyarakat, keadilan, serta tanggung jawab moral. Karena itu, seorang praktisi hukum tidak cukup hanya mempunyai pengetahuan, tetapi juga membutuhkan integritas, keberanian, ketelitian, dan kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh. Sebagai seseorang yang sedang menempuh pendidikan Program Doktor Hukum, saya melihat bahwa pengalaman bertemu dan berdiskusi dengan para praktisi hukum merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Ilmu hukum tidak hanya diperoleh dari buku dan ruang kuliah, tetapi juga dari pengalaman nyata para penegak dan praktisi hukum dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Pengalaman Adalah Guru yang Berharga
Setiap orang yang telah melewati perjalanan panjang tentu memiliki pengalaman yang tidak ternilai. Ada keberhasilan, tantangan, perdebatan, keputusan sulit, maupun berbagai persoalan yang membentuk cara berpikir seseorang. Dari perjalanan tersebut, kita dapat belajar bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan proses panjang, ketekunan, keberanian mempertahankan prinsip, serta kemauan untuk terus belajar. Menurut saya, semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin besar pula kesadaran untuk terus belajar. Tidak ada manusia yang mengetahui segala sesuatu. Karena itu, bertemu dengan orang lain, berdiskusi, mendengarkan pengalaman, dan bertukar gagasan merupakan cara untuk memperluas wawasan.
Hukum Harus Dekat dengan Kehidupan Masyarakat
Sebagai anggota DPRD Kota Depok, saya semakin memahami bahwa persoalan hukum tidak pernah berdiri sendiri. Banyak persoalan masyarakat berkaitan dengan administrasi, pelayanan publik, pertanahan, usaha, perizinan, ekonomi, hingga perlindungan terhadap hak-hak masyarakat. Karena itu, hukum harus dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hukum tidak boleh hanya menjadi bahasa yang sulit dipahami oleh masyarakat. Hukum harus hadir memberikan kepastian, perlindungan, dan rasa keadilan. Di sinilah pentingnya membangun komunikasi antara masyarakat, pemerintah, lembaga legislatif, akademisi, dan para praktisi hukum.
Integritas Adalah Modal Utama
Dalam bidang apa pun, termasuk politik, pemerintahan, bisnis, maupun hukum, integritas merupakan modal yang sangat penting. Pengetahuan dan kemampuan dapat membuat seseorang mendapatkan kepercayaan, tetapi integritas menentukan apakah kepercayaan tersebut dapat dipertahankan. Menurut saya, reputasi dibangun melalui proses panjang. Karena itu, setiap orang harus berhati-hati dalam menjaga nama baik, kejujuran, dan kepercayaan. Pertemuan dengan tokoh-tokoh yang telah melewati perjalanan panjang juga mengingatkan saya bahwa pengalaman hidup seharusnya tidak berhenti menjadi cerita pribadi. Pengalaman harus dapat menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.
Terus Belajar dan Terus Berkarya
Saya percaya bahwa proses belajar tidak pernah selesai. Setelah menyelesaikan satu pendidikan, masih ada pengetahuan lain yang harus dipelajari. Setelah mencapai satu keberhasilan, masih ada tanggung jawab lain yang harus dijalankan. Karena itu, saya terus berusaha mengembangkan diri melalui pendidikan, pengalaman, pekerjaan, pelayanan kepada masyarakat, serta kegiatan sebagai penggiat dan pelaku UMKM. Bagi saya, gelar bukanlah akhir dari perjalanan belajar. Jabatan juga bukan tujuan akhir pengabdian. Keduanya harus menjadi sarana untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. Pertemuan dengan Otto Hasibuan menjadi salah satu momen yang mengingatkan saya bahwa perjalanan panjang selalu memiliki nilai pembelajaran. Setiap pengalaman, setiap pertemuan, dan setiap diskusi dapat membuka perspektif baru apabila kita datang dengan sikap rendah hati dan kemauan untuk belajar. Pada akhirnya, orang yang hebat bukan hanya orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman, tetapi orang yang mampu menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Saya percaya, selama kita masih mau belajar, berdiskusi, memperbaiki diri, dan memberikan kontribusi, perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik tidak pernah benar-benar selesai. Terus belajar. Terus bertumbuh. Terus mengabdi. Karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mampu memberikan arti bagi kehidupan masyarakat.
