Depok – Anggota DPRD Kota Depok Komisi A sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., menyoroti masih maraknya praktik judi online yang menjadi perhatian nasional. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan masa depan generasi muda apabila tidak diantisipasi melalui langkah pencegahan yang komprehensif. Binton mengajak generasi muda untuk menjauhi segala bentuk perjudian daring dan mengarahkan energi mereka pada kegiatan yang lebih produktif, seperti pendidikan, kewirausahaan, pengembangan keterampilan, olahraga, maupun ekonomi kreatif. “Generasi muda adalah aset bangsa. Jangan sampai masa depan mereka rusak karena terjerat judi online yang hanya menjanjikan keuntungan semu. Waktu, tenaga, dan kreativitas anak-anak muda jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk belajar, berkarya, membangun usaha, atau meningkatkan keterampilan yang dapat membuka peluang kerja,” ujar Binton. Menurutnya, pemberantasan judi online tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan penguatan literasi digital, edukasi keuangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan instan.
Ia menilai keluarga memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai risiko perjudian digital. Di sisi lain, sekolah, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas juga perlu berkolaborasi dalam membangun budaya digital yang sehat. “Pengawasan orang tua, pendidikan karakter, serta literasi digital harus berjalan seiring. Anak-anak muda perlu dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak dan memahami risiko dari berbagai bentuk penyalahgunaan platform digital,” katanya. Binton menilai isu ini juga relevan bagi Kota Depok yang dikenal sebagai kota pendidikan dengan jumlah pelajar, mahasiswa, dan penduduk usia produktif yang besar. Menurutnya, potensi tersebut harus diarahkan menjadi kekuatan pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan tergerus oleh aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun keluarga. “Depok memiliki banyak perguruan tinggi, sekolah, komunitas kreatif, serta pelaku usaha muda. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk melahirkan inovasi, wirausaha baru, dan talenta digital yang mampu bersaing secara positif. Kita ingin anak-anak muda Depok dikenal karena prestasi dan karya, bukan karena terjerat aktivitas yang merugikan,” jelasnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Depok untuk terus memperluas program pelatihan keterampilan, kewirausahaan, literasi digital, serta pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda. Menurutnya, semakin banyak ruang bagi anak muda untuk berkembang, semakin besar peluang mereka membangun masa depan yang lebih baik. Selain itu, Binton mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, serta komunitas, untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas positif bagi generasi muda. “Kolaborasi adalah kunci. Ketika pemerintah, keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan komunitas berjalan bersama, kita dapat membangun ekosistem yang mendorong generasi muda lebih produktif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi,” tegasnya. Sebagai anggota DPRD Kota Depok, Binton menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai kebijakan yang memperkuat perlindungan generasi muda, meningkatkan literasi digital, memperluas kesempatan kerja, dan mengembangkan UMKM serta ekonomi kreatif sebagai alternatif kegiatan yang produktif. Ia berharap semangat berkarya, berinovasi, dan berwirausaha terus tumbuh di kalangan anak muda Kota Depok sehingga mereka mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.
