Pengalaman Hidup yang Penting Diperhatikan dan Dilaksanakan
Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A
Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, 31 Tahun Pengabdian
Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum, Konsentrasi Hukum Bisnis, Universitas Kristen Indonesia
Semakin bertambah usia, saya semakin memahami bahwa kesehatan adalah salah satu kekayaan terbesar dalam kehidupan. Jabatan, pekerjaan, pendidikan, maupun keberhasilan tidak akan dapat dinikmati secara maksimal apabila tubuh tidak sehat. Dari perjalanan hidup, pekerjaan, pelayanan dan aktivitas sehari-hari, saya mencoba merangkum pengalaman sederhana mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui konsep 5E: Eat, Exercise, Emosi, Ekosistem, dan External. Konsep 5E ini bukanlah rumus medis atau pengganti nasihat dokter, melainkan sebuah pengingat sederhana yang saya peroleh dari pengalaman hidup. Banyak gangguan kesehatan tidak muncul begitu saja. Ada kebiasaan, kondisi tubuh, lingkungan, serta pola hidup yang perlu kita perhatikan sejak dini.
1. EAT – Perhatikan Apa yang Kita Makan
Makanan adalah sumber kehidupan, tetapi makanan juga harus dikendalikan dengan bijaksana. Kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak garam, gula, lemak, makanan berlebihan, serta pola makan yang tidak teratur dapat menjadi faktor risiko munculnya tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, obesitas, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Semakin bertambah usia, kita tidak lagi cukup bertanya, “Apakah makanan ini enak?” tetapi juga harus bertanya, “Apakah makanan ini baik untuk tubuh saya?” Makan secukupnya, memperbanyak makanan bergizi, sayur dan buah, serta menjaga keseimbangan makanan merupakan investasi kesehatan jangka panjang.
2. EXERCISE – Tubuh Harus Tetap Bergerak
Kesibukan jangan sampai membuat kita lupa bergerak. Tubuh yang terlalu lama tidak aktif juga dapat membawa berbagai risiko kesehatan. Sebaliknya, olahraga pun tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Olahraga sebaiknya disesuaikan dengan usia, kemampuan tubuh, serta kondisi kesehatan masing-masing. Berjalan kaki, senam, bersepeda, berenang ataupun aktivitas fisik sederhana apabila dilakukan secara rutin dapat memberikan manfaat besar. Prinsip saya sederhana: Jangan menunggu tubuh sakit baru mulai bergerak. Bergeraklah agar tubuh tetap sehat.
3. EMOSI – Belajar Mengendalikan Pikiran dan Perasaan
Kesehatan tidak hanya berbicara mengenai tubuh, tetapi juga mengenai pikiran dan perasaan. Dalam kehidupan kita mengalami banyak keadaan: ada kegembiraan, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, tekanan pekerjaan maupun persoalan keluarga. Dalam keadaan tertentu, perubahan emosi dan stres dapat ikut memengaruhi denyut jantung, tekanan darah, pola tidur, nafsu makan, serta kondisi tubuh. Karena itu, emosi harus dikelola dengan baik. Kita perlu belajar menerima keadaan, berdoa, beribadah, berbicara dengan keluarga dan sahabat, melakukan kegiatan yang menyenangkan, serta tidak membiarkan persoalan terus menumpuk dalam pikiran. Tidak semua masalah dapat kita hindari, tetapi kita dapat belajar menentukan bagaimana kita merespons masalah tersebut.
4. EKOSISTEM – Lingkungan Sehat Membantu Kita Hidup Sehat
Saya menambahkan Ekosistem sebagai E keempat, karena manusia tidak hidup sendirian. Kesehatan kita dipengaruhi oleh lingkungan tempat kita tinggal dan beraktivitas. Sampah yang menumpuk, air kotor, udara tercemar, asap rokok, sanitasi yang buruk, rumah yang tidak memiliki ventilasi cukup, serta lingkungan sosial yang tidak sehat dapat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan. Karena itu menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pribadi. Kita juga perlu menciptakan rumah, lingkungan, tempat kerja dan masyarakat yang bersih dan sehat. Kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, air bersih dan sanitasi yang baik harus menjadi kesadaran bersama. Lingkungan yang sehat ikut membentuk masyarakat yang sehat.
5. EXTERNAL – Waspadai Faktor dari Luar Tubuh
Tubuh juga terus menghadapi perubahan kondisi dari luar. Cuaca yang terlalu panas atau dingin, pancaroba, kelembapan, polusi udara serta perubahan lingkungan tertentu dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi anak-anak, orang lanjut usia dan mereka yang mempunyai kondisi kesehatan tertentu. Kita perlu mengenali kemampuan tubuh dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan. Ketika cuaca panas, cukupilah kebutuhan cairan. Saat kondisi udara buruk, kurangi paparan apabila memungkinkan. Saat tubuh mulai memberikan tanda kelelahan, jangan memaksakan diri. Tubuh sering memberi peringatan sebelum sakit. Persoalannya, apakah kita mau mendengarkannya?
5E Harus Menjadi Kebiasaan
Dari pengalaman hidup, saya melihat bahwa kelima unsur tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Orang dapat rajin berolahraga tetapi pola makannya tidak terjaga. Ada yang makan sehat tetapi hidup dalam stres berkepanjangan. Ada yang menjaga makanan dan olahraga, tetapi tinggal dalam lingkungan yang kurang sehat. Karena itu, bagi saya 5E merupakan satu kesatuan:
EAT – jaga makanan.
EXERCISE – jaga aktivitas tubuh.
EMOSI – jaga pikiran dan hati.
EKOSISTEM – jaga lingkungan.
EXTERNAL – waspadai perubahan dari luar tubuh.
Saya mengajak kita semua untuk tidak menunggu sakit baru mulai peduli kepada kesehatan. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, kenali kondisi tubuh masing-masing, ikuti nasihat tenaga medis apabila mempunyai penyakit tertentu, serta mulai membangun gaya hidup sehat dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan setiap hari. Pada akhirnya, panjang umur bukan sekadar berbicara mengenai berapa lama kita hidup, tetapi juga bagaimana kualitas kehidupan yang kita jalani. Pesan Saya
Jaga 5E sebelum kesehatan terganggu.
Eat yang baik, Exercise yang cukup, Emosi yang terkendali, Ekosistem yang sehat, dan External yang diantisipasi.
Karena kesehatan bukan hanya sesuatu yang kita nikmati hari ini, tetapi investasi agar kita tetap dapat bekerja, berkarya, melayani keluarga, masyarakat, dan Tuhan di hari-hari yang akan datang.
Sehat itu mahal ketika sudah hilang, tetapi banyak kebiasaan untuk menjaganya dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
