Depok – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi diperkirakan berpeluang mengalami penurunan seiring melemahnya harga minyak mentah dunia dan stabilnya nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan ruang bagi badan usaha penyedia BBM untuk melakukan penyesuaian harga apabila tren pasar global terus bergerak positif. Potensi penurunan harga BBM nonsubsidi mendapat perhatian masyarakat karena dapat berdampak langsung terhadap biaya transportasi, distribusi logistik, hingga harga berbagai kebutuhan pokok. Kalangan pelaku usaha, khususnya UMKM, juga berharap penyesuaian harga dapat membantu menekan biaya operasional yang selama ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga energi. Pengamat ekonomi menilai bahwa penurunan harga BBM, apabila terjadi, dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung daya beli masyarakat sekaligus menjaga laju inflasi. Meski demikian, besaran penyesuaian harga tetap bergantung pada perkembangan harga minyak mentah dunia, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta mekanisme penetapan harga yang berlaku. Di sisi lain, masyarakat berharap setiap kebijakan penyesuaian harga energi tetap dilakukan secara transparan dan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Menanggapi potensi tersebut, Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., Anggota DPRD Kota Depok Komisi A, Ketua DPD PSI Kota Depok, mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum Bisnis Universitas Kristen Indonesia, serta mantan praktisi Bank BUMN dengan pengalaman lebih dari 31 tahun, menyambut baik peluang turunnya harga BBM nonsubsidi. Menurutnya, apabila penyesuaian harga dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku, maka dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat luas maupun dunia usaha. “Apabila harga BBM nonsubsidi benar-benar mengalami penurunan, tentu hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat. Biaya transportasi dan distribusi berpotensi turun sehingga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi,” ujar Binton.
Binton menilai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang paling merasakan dampak perubahan harga energi. Menurutnya, biaya distribusi dan operasional menjadi komponen penting yang memengaruhi harga jual produk. “UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Ketika biaya operasional menurun, pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan produksi, menjaga harga tetap kompetitif, serta memperluas pasar.” Ia berharap momentum tersebut juga dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan UMKM melalui akses pembiayaan, pelatihan, digitalisasi usaha, dan perluasan pasar. Menurut Binton, selain penurunan harga, yang tidak kalah penting adalah menjaga stabilitas kebijakan energi agar dunia usaha memiliki kepastian dalam menyusun perencanaan bisnis. “Kepastian harga akan membantu pelaku usaha mengelola biaya produksi dengan lebih baik. Stabilitas menjadi faktor penting untuk menjaga iklim investasi dan meningkatkan kepercayaan dunia usaha.” Ia menambahkan bahwa sektor transportasi, logistik, perdagangan, hingga industri manufaktur akan memperoleh manfaat apabila biaya energi dapat lebih terkendali. Sebagai Anggota DPRD Kota Depok, Binton menilai penurunan harga BBM juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Depok yang sebagian besar beraktivitas di sektor jasa, perdagangan, UMKM, dan transportasi. Menurutnya, biaya mobilitas masyarakat yang lebih rendah dapat meningkatkan daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Depok memiliki banyak pelaku UMKM dan pekerja yang bergantung pada transportasi setiap hari. Apabila biaya operasional dapat ditekan, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat serta pelaku usaha lokal.”
Binton berharap setiap kebijakan penyesuaian harga energi tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat pemulihan ekonomi. Ketika biaya energi lebih terkendali, daya beli meningkat, UMKM tumbuh, dan investasi terus bergerak, maka kesejahteraan masyarakat juga akan semakin baik. Yang terpenting adalah memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkas Binton.
