Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok
Banyak orang keliru menilai ketenangan. Seseorang yang tidak terlalu banyak berbicara, tidak menunjukkan kesibukan terus-menerus, atau tidak ikut dalam setiap perdebatan sering dianggap kurang ambisius. Padahal menurut saya, orang yang benar-benar matang justru memahami ke mana energi, waktu, dan pikirannya harus diarahkan. Mereka tidak harus terlihat sibuk untuk membuktikan bahwa dirinya sedang berkembang.
Jangan Habiskan Energi untuk Drama dan Validasi
Tidak semua komentar harus ditanggapi dan tidak semua perbedaan pendapat harus menjadi perdebatan panjang. Menurut saya, semakin dewasa seseorang, semakin ia mampu memilih mana yang perlu diperjuangkan dan mana yang cukup dilepaskan. Orang yang mempunyai tujuan tidak perlu terus-menerus mencari pengakuan dari semua orang. Energi yang terlalu banyak digunakan untuk drama, pembuktian diri, dan mencari validasi justru dapat mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang benar-benar penting.
Ketahui Kapan Harus Bekerja dan Kapan Menjaga Jarak
Hidup yang produktif bukan berarti harus bekerja tanpa batas. Kita perlu mengetahui kapan waktunya bekerja keras, kapan perlu berhenti sejenak, dan kapan harus menjaga jarak dari sesuatu yang hanya menguras pikiran. Kemampuan menetapkan batas adalah bagian dari kedewasaan. Menurut saya, menjaga ketenangan bukan berarti menghindari tanggung jawab, melainkan memastikan kita tetap mempunyai energi untuk menjalankan tanggung jawab tersebut dengan baik.
Kelola Emosi agar Masalah Tidak Mengendalikan Hidup
Masalah akan selalu ada. Namun cara kita merespons masalah sering kali lebih menentukan daripada masalah itu sendiri. Orang yang mampu mengelola emosinya tidak mudah panik, tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, dan tidak membiarkan kemarahan atau kekecewaan mengendalikan arah hidupnya. Tenang bukan berarti tidak mempunyai masalah, tetapi mempunyai kemampuan untuk tetap berpikir jernih ketika masalah datang. Menurut saya, tujuan hidup bukan sekadar terlihat sibuk di mata orang lain. Yang jauh lebih penting adalah tetap bertumbuh tanpa kehilangan diri sendiri. Kita tetap dapat mempunyai target besar, bekerja keras, dan mengejar kemajuan tanpa harus hidup dalam tekanan untuk terus membuktikan sesuatu kepada semua orang.
Saran saya sederhana: gunakan energi untuk hal yang memang penting, bangun batas yang sehat, kelola emosi dengan tenang, dan fokuslah pada perkembangan diri. Tidak perlu terburu-buru membuat semua orang memahami perjalanan kita.
Karena pada akhirnya, kemajuan yang sesungguhnya bukan tentang terlihat paling sibuk, tetapi tentang menjadi semakin matang, semakin terarah, dan semakin mampu menjalani hidup dengan sadar.(BN)
