Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Ketua DPD PSI Kota Depok | Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
BINTON merupakan singkatan dari Berintegritas, Toleran, dan Nasionalis. Tiga nilai tersebut menjadi semangat utama dalam membangun gerakan masyarakat yang tidak hanya kuat secara karakter, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi dan kepedulian terhadap kesejahteraan bersama. Dengan tagline “Gerakan Ekonomi Kesejahteraan Rakyat Indonesia”, Perkumpulan BINTON ingin membangun sebuah gerakan yang menyentuh persoalan nyata masyarakat. Menurut saya, kesejahteraan tidak cukup hanya dibicarakan melalui konsep besar. Kesejahteraan harus diwujudkan melalui kemampuan masyarakat untuk bekerja, berusaha, memperoleh penghasilan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membangun masa depan keluarganya.
Visi Perkumpulan BINTON
“Mewujudkan masyarakat Indonesia yang berintegritas, toleran, nasionalis, mandiri secara ekonomi, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.”
Visi ini mengandung keyakinan bahwa Indonesia yang maju membutuhkan manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan ekonomi, tetapi juga mempunyai karakter kuat. Integritas berarti hidup dengan kejujuran, tanggung jawab, dan dapat dipercaya. Toleransi berarti mampu hidup berdampingan di tengah perbedaan agama, suku, budaya, dan latar belakang. Sedangkan nasionalisme berarti menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Karakter yang baik juga perlu diperkuat dengan kemandirian ekonomi agar masyarakat mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kehidupan keluarga, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Misi Perkumpulan BINTON
Perkumpulan BINTON membawa tujuh misi utama, yaitu:
- Mewujudkan setiap anggota memiliki usaha mandiri.
- Mengembangkan kewirausahaan rakyat.
- Mendorong UMKM naik kelas.
- Meningkatkan literasi hukum, ekonomi, dan politik.
- Membangun solidaritas sosial lintas agama dan budaya.
- Menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi kerakyatan.
- Mengembangkan pendidikan karakter integritas dan nasionalisme.
Menurut saya, salah satu tujuan penting adalah mendorong setiap anggota memiliki aktivitas ekonomi produktif. Anggota bukan hanya menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga memperoleh manfaat melalui peningkatan pengetahuan, jaringan, keterampilan, dan kesempatan berusaha. Karena itu, Perkumpulan BINTON harus menjadi ruang untuk belajar, berjejaring, berusaha, saling membantu, dan tumbuh bersama.
Dua Pondasi Utama: Pancasila dan UUD 1945
Gerakan Perkumpulan BINTON berdiri di atas dua pondasi utama, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pancasila menjadi landasan nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Sementara UUD 1945 menjadi landasan konstitusional yang menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus diarahkan kepada kesejahteraan rakyat. Karena itu, Gerakan Ekonomi Kesejahteraan Rakyat Indonesia bukan semata-mata berbicara mengenai keuntungan ekonomi, tetapi juga kebangsaan, persaudaraan, keadilan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap sesama.
Empat Pilar Gerakan Ekonomi Kesejahteraan Rakyat Indonesia
Untuk membangun ketahanan ekonomi anggota dan masyarakat, Perkumpulan BINTON mengembangkan empat pilar penghasilan:
1. Penghasilan Harian
Mendorong masyarakat memiliki kegiatan produktif yang menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui perdagangan, jasa, kuliner, ekonomi kreatif, dan usaha mikro lainnya.
2. Penghasilan Mingguan
Mendorong masyarakat membangun usaha atau kegiatan produktif dengan perputaran pendapatan mingguan agar keuangan keluarga semakin stabil dan tidak bergantung pada satu sumber pemasukan.
3. Penghasilan Bulanan
Membangun sumber pendapatan yang lebih terencana dan berkelanjutan setiap bulan, baik dari pekerjaan, usaha dengan pelanggan tetap, kemitraan, maupun sistem bisnis yang terus berkembang.
4. Penghasilan Tahunan
Membangun aset, investasi produktif, pengembangan usaha, pembagian hasil usaha, atau sumber ekonomi jangka panjang untuk memperkuat masa depan dan ketahanan ekonomi keluarga.
Empat pilar tersebut bukan berarti seseorang harus langsung memiliki empat sumber pendapatan sekaligus. Konsep ini merupakan arah pembangunan ekonomi secara bertahap, dimulai dari kemampuan memperoleh penghasilan, mengelolanya, mengembangkan usaha, hingga membangun aset dan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
UMKM Harus Menjadi Motor Gerakan
Saya meyakini bahwa salah satu jalan paling nyata untuk mewujudkan konsep tersebut adalah melalui UMKM dan kewirausahaan rakyat. UMKM mempunyai kemampuan besar untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi dari tingkat keluarga hingga daerah. Namun UMKM juga harus diperkuat melalui manajemen usaha, pemasaran digital, permodalan, legalitas, teknologi, jaringan usaha, akses pasar, dan pengelolaan keuangan. Karena itu, Perkumpulan BINTON harus mampu membangun ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, masyarakat, profesional, akademisi, pemerintah, komunitas, lembaga keuangan, dan berbagai pihak yang memiliki semangat pemberdayaan ekonomi rakyat.
Dari Solidaritas Menuju Kemandirian
BINTON tidak boleh hanya menjadi gerakan ekonomi. Nilai Berintegritas, Toleran, dan Nasionalis harus menjadi karakter setiap anggotanya. Kita ingin membangun masyarakat yang mampu bekerja sama tanpa melihat perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang. Menurut saya, Indonesia akan semakin kuat ketika masyarakatnya mampu berdiri secara ekonomi, tetapi tetap memiliki kepedulian terhadap orang lain. Orang yang berhasil harus mampu membuka kesempatan bagi orang lain. Pengusaha yang berkembang diharapkan menciptakan lapangan kerja. Orang yang memiliki pengetahuan dapat membagikan pengetahuan, dan mereka yang mempunyai jaringan dapat membuka akses bagi masyarakat yang membutuhkan. Inilah semangat gotong royong yang ingin dibangun.
Menuju Indonesia Emas 2045
Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya menjadi slogan. Indonesia Emas harus dipersiapkan mulai hari ini melalui pembangunan kualitas manusia, karakter, pendidikan, kewirausahaan, serta kemandirian ekonomi masyarakat. Perkumpulan BINTON ingin mengambil bagian melalui gerakan yang nyata: membangun manusia yang berintegritas, menjaga toleransi, memperkuat nasionalisme, menciptakan usaha, meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, dan membangun kesejahteraan bersama.
Saya percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah nyata. Ketika semakin banyak masyarakat memiliki usaha, semakin banyak UMKM naik kelas, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak keluarga mempunyai penghasilan yang kuat dan berkelanjutan, maka kita sedang membangun fondasi Indonesia yang lebih sejahtera.
BINTON – Berintegritas, Toleran, dan Nasionalis.
“GERAKAN EKONOMI KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA”
Dari kemandirian individu menuju kesejahteraan keluarga. Dari kesejahteraan keluarga menuju kekuatan ekonomi rakyat. Dari kekuatan ekonomi rakyat menuju Indonesia Emas 2045.
