Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Video ini mengangkat perjalanan seorang figur publik yang pernah dikenal luas sebagai motivator, kemudian menghadapi persoalan pribadi yang menjadi perhatian masyarakat. Terlepas dari berbagai polemik yang pernah diberitakan, menurut saya ada satu pelajaran penting yang dapat kita ambil: membangun nama baik membutuhkan waktu yang sangat panjang, tetapi kepercayaan dapat berubah dengan sangat cepat ketika seseorang menghadapi sebuah persoalan besar. Dalam kehidupan, kita mungkin membutuhkan bertahun-tahun untuk membangun karier, reputasi, usaha, jabatan, maupun kepercayaan masyarakat. Karena itu, semakin tinggi posisi yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga sikap, perkataan, keputusan, dan hubungan dengan orang lain.
Nama Baik Adalah Aset yang Sangat Berharga
Uang dapat dicari kembali. Jabatan dapat berganti. Usaha dapat dibangun kembali. Namun ketika kepercayaan masyarakat hilang, proses untuk mengembalikannya sering kali membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Menurut saya, nama baik bukan dibangun melalui kata-kata, tetapi melalui konsistensi antara apa yang kita katakan dengan apa yang kita lakukan. Seseorang mungkin pandai berbicara, mempunyai pendidikan tinggi, dikenal masyarakat, atau memiliki banyak pengikut. Tetapi semua itu harus ditopang oleh karakter dan tanggung jawab. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak hanya melihat apa yang kita sampaikan kepada orang lain. Masyarakat juga melihat bagaimana kita menjalani kehidupan ketika menghadapi persoalan.
Semakin Tinggi Posisi, Semakin Besar Tanggung Jawab
Ketika seseorang menjadi tokoh publik, pemimpin, pejabat, pengusaha, maupun figur yang menjadi panutan, kehidupannya tentu mendapatkan perhatian lebih besar. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari kepercayaan publik. Karena itu, semakin dikenal seseorang, semakin hati-hati pula ia harus menjaga ucapan dan tindakannya. Bukan berarti seorang tokoh tidak boleh melakukan kesalahan. Semua manusia dapat salah. Namun menurut saya, yang menentukan bukan apakah seseorang pernah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana ia bertanggung jawab, memperbaiki keadaan, dan mengambil pelajaran dari kesalahan tersebut.
Masalah Jangan Dibiarkan Menjadi Lebih Besar
Salah satu pelajaran yang juga dapat kita ambil adalah pentingnya menyelesaikan persoalan sebelum persoalan tersebut berkembang semakin besar. Kadang-kadang masalah kecil menjadi besar karena terlalu lama dibiarkan. Ada persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi, keterbukaan, tanggung jawab, atau keberanian mengakui keadaan. Tetapi ketika masing-masing pihak mempertahankan ego, persoalan dapat berkembang menjadi konflik yang jauh lebih luas. Apalagi di era media sosial, sebuah persoalan pribadi dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik. Karena itu, jangan menunggu masalah menjadi besar untuk mulai mencari solusi.
Jangan Merasa Berada di Puncak Selamanya
Karier manusia selalu mempunyai perjalanan naik dan turun. Hari ini seseorang dapat berada pada posisi tertinggi, dikenal banyak orang, mempunyai penghasilan besar, dan mendapatkan berbagai kesempatan. Tetapi kehidupan dapat berubah. Menurut saya, kesadaran seperti ini penting agar kita tetap rendah hati. Jangan karena sedang berhasil kemudian merasa tidak membutuhkan orang lain. Jangan karena mempunyai jabatan kemudian merasa selalu benar. Jangan karena memiliki kekayaan kemudian merasa semua persoalan dapat diselesaikan dengan kekuasaan atau uang. Keberhasilan seharusnya membuat kita semakin berhati-hati, bukan semakin merasa tidak tersentuh.
Jangan Mudah Menghakimi Orang Lain
Di sisi lain, video seperti ini juga seharusnya tidak membuat kita menikmati kejatuhan orang lain. Kita dapat mengambil pelajaran tanpa harus menghina seseorang yang sedang menghadapi persoalan. Setiap manusia mempunyai kesalahan, kelemahan, dan perjalanan hidup masing-masing. Kita yang berada di luar persoalan juga belum tentu mengetahui seluruh keadaan yang sebenarnya. Karena itu, menurut saya, belajarlah dari peristiwa orang lain tanpa merasa diri kita lebih baik daripada mereka. Hari ini orang lain mungkin menghadapi masalah. Besok kita sendiri bisa berada dalam keadaan yang membutuhkan pengertian dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Integritas Diuji Ketika Masalah Datang
Mudah berbicara tentang prinsip ketika semuanya berjalan baik. Namun karakter seseorang biasanya terlihat ketika ia menghadapi tekanan. Ketika keadaan sulit, apakah kita tetap jujur? Apakah kita berani bertanggung jawab? Apakah kita mencari penyelesaian atau justru menyalahkan orang lain? Apakah kita masih menghargai orang lain ketika posisi kita terancam? Menurut saya, integritas bukan hanya apa yang kita katakan ketika berada di depan banyak orang. Integritas adalah apa yang tetap kita lakukan ketika sedang berada dalam keadaan sulit.
Keluarga dan Hubungan Pribadi Jangan Diabaikan
Kesibukan mengejar karier, pekerjaan, usaha, pendidikan, maupun jabatan juga tidak boleh membuat kita melupakan hubungan yang paling dekat dalam kehidupan. Keberhasilan di luar rumah akan terasa kurang berarti apabila hubungan dengan orang-orang terdekat justru penuh persoalan yang tidak terselesaikan. Karena itu, komunikasi, perhatian, tanggung jawab, dan keterbukaan dalam keluarga sangat penting. Tidak semua persoalan pribadi harus diketahui masyarakat. Justru banyak masalah akan jauh lebih baik apabila dapat diselesaikan dengan bijaksana sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
Ketika Jatuh, Masih Ada Kesempatan untuk Bangkit
Perjalanan seseorang tidak harus selesai hanya karena pernah mengalami masalah atau kehilangan kepercayaan. Selama seseorang masih mau melakukan evaluasi, memperbaiki diri, bertanggung jawab, dan mengambil pelajaran, selalu ada kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Menurut saya, jatuh bukan akhir dari kehidupan. Tetapi kita harus mempunyai keberanian untuk mengakui kekurangan dan memperbaiki apa yang memang perlu diperbaiki. Pengalaman buruk dapat menjadi pelajaran yang sangat mahal. Jangan sampai setelah melewati kesulitan, kita kembali melakukan kesalahan yang sama.
Jadikan Perjalanan Orang Lain sebagai Cermin
Video ini menurut saya bukan hanya berbicara mengenai perjalanan seorang tokoh. Pesannya jauh lebih luas dan dapat berlaku bagi siapa saja. Kita semua sedang membangun sesuatu dalam kehidupan: nama baik, keluarga, karier, usaha, pendidikan, organisasi, maupun kepercayaan masyarakat. Semua itu harus dijaga. Jangan merasa keberhasilan hari ini menjamin keberhasilan selamanya. Jangan merasa nama besar membuat seseorang terbebas dari kesalahan. Dan jangan menunggu kehilangan kepercayaan untuk mulai menyadari betapa berharganya sebuah reputasi.
Teruslah bekerja dengan baik, jaga hubungan dengan orang lain, selesaikan masalah dengan bertanggung jawab, tetap rendah hati ketika berhasil, dan jangan berhenti melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Pada akhirnya, orang mungkin lupa berapa banyak uang yang pernah kita miliki atau seberapa tinggi jabatan yang pernah kita pegang, tetapi mereka akan mengingat bagaimana karakter kita dan bagaimana kita memperlakukan orang lain.
Bangunlah keberhasilan, tetapi jangan lupa menjaga karakter. Kejar prestasi, tetapi jangan kehilangan integritas. Sebab pencapaian dapat membawa seseorang ke puncak, tetapi hanya karakter dan kepercayaan yang mampu membuatnya bertahan di sana.
