Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok
Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum, Konsentrasi Hukum Bisnis, Universitas Kristen Indonesia
Pidato Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Sate menarik perhatian saya. Dalam pidatonya, KDM menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat karena menurutnya masih banyak warga yang belum benar-benar merasakan makna kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya, pernyataan tersebut mengandung pesan yang sangat penting. Kemerdekaan bukan hanya soal terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus terlihat dari kehidupan rakyat: mudah mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan yang baik, pekerjaan, tempat tinggal layak, infrastruktur yang memadai, serta kesempatan memperbaiki taraf hidup. Kalau masih ada masyarakat yang kesulitan makan, anak putus sekolah karena persoalan ekonomi, warga kesulitan memperoleh pelayanan dasar, atau masyarakat kecil merasa tidak mendapatkan keadilan, maka pekerjaan pemerintah belum selesai.
Pemimpin Harus Berani Mengakui Kekurangan
Saya menghargai sikap seorang pemimpin yang berani mengatakan bahwa masih ada kekurangan. Pemimpin tidak harus selalu mengatakan semua keadaan sudah baik. Justru keberanian mengakui persoalan, meminta maaf, lalu melakukan perbaikan merupakan bagian dari tanggung jawab kepemimpinan.
Namun permintaan maaf tentu harus dilanjutkan dengan kerja nyata.
Menurut saya, ada empat hal yang harus terus diperkuat:
1. Pastikan pembangunan benar-benar menyentuh rakyat kecil.
Anggaran pemerintah harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
2. Perkuat pendidikan dan kesehatan.
Tidak boleh ada anak kehilangan masa depan hanya karena keluarganya tidak mampu.
3. Buka lebih banyak ruang ekonomi dan lapangan kerja.
Masyarakat membutuhkan kesempatan untuk mandiri dan meningkatkan penghasilannya.
4. Pemerintah harus hadir cepat ketika rakyat mengalami kesulitan.
Jangan menunggu persoalan menjadi viral baru pemerintah bergerak.
Kemerdekaan Harus Terasa Sampai ke Rumah Rakyat
Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum untuk bertanya: apakah kemerdekaan itu sudah benar-benar dirasakan seluruh masyarakat?
Ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya banyaknya program atau besarnya anggaran. Ukuran yang paling penting adalah apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik. Kemerdekaan harus hadir di meja makan keluarga, di ruang kelas anak-anak, di tempat kerja, di pelayanan kesehatan, di jalan-jalan desa dan kota, serta dalam kepastian hukum yang adil. Saya berharap pesan KDM tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pemimpin, baik di pusat maupun daerah. Jangan hanya merayakan kemerdekaan dengan upacara dan seremoni. Tugas kita adalah memastikan kemerdekaan benar-benar hidup dalam kesejahteraan rakyat. Karena Indonesia baru benar-benar kuat ketika rakyatnya sejahtera, mendapatkan keadilan, memiliki kesempatan, dan merasakan kehadiran negara.
St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok
Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum – Konsentrasi Hukum Bisnis
Universitas Kristen Indonesia
