Depok – Di tengah berbagai tantangan global yang masih membayangi perekonomian dunia, mulai dari ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi internasional, hingga perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat, Indonesia dinilai tetap memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi negara maju. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk usia produktif yang besar, serta stabilitas pembangunan yang terus dijaga, Indonesia dianggap memiliki modal kuat untuk mewujudkan cita-cita sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia di masa depan.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H. Menurutnya, masyarakat Indonesia harus tetap menjaga optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada karena bangsa ini memiliki potensi yang sangat besar untuk terus maju. “Optimisme harus terus dijaga. Indonesia memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk produktif yang besar, serta posisi strategis yang sangat menguntungkan. Semua itu merupakan modal penting untuk menjadi negara maju,” ujar Binton.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap masa depan bangsa. Justru dalam situasi yang penuh tantangan, diperlukan semangat dan keyakinan untuk terus bekerja, berinovasi, dan berkontribusi bagi pembangunan nasional. “Setiap negara pasti menghadapi tantangan. Yang membedakan adalah bagaimana kita merespons tantangan tersebut. Saya percaya Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang,” katanya.
Binton menjelaskan bahwa salah satu kekuatan terbesar Indonesia saat ini adalah bonus demografi. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang mendominasi, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas nasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung oleh pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang memadai, serta tersedianya lapangan pekerjaan yang cukup. “Generasi muda adalah aset terbesar bangsa. Jika mereka mendapatkan pendidikan yang baik, keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, dan kesempatan untuk berkembang, maka Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Selain sumber daya manusia, Binton juga menyoroti besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, perkembangan sektor industri, investasi, ekonomi digital, UMKM, dan pembangunan infrastruktur telah menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing nasional. Ia mengapresiasi berbagai upaya pemerintah yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, penguatan sektor usaha kecil dan menengah, serta berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita melihat banyak kemajuan yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir. Infrastruktur semakin berkembang, investasi terus tumbuh, dan peluang ekonomi semakin terbuka. Ini menunjukkan bahwa Indonesia bergerak ke arah yang positif,” ujarnya. Sebagai penggiat UMKM, Binton juga menilai bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. Menurutnya, UMKM merupakan fondasi ekonomi rakyat yang harus terus diperkuat melalui dukungan permodalan, pelatihan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar. “UMKM adalah kekuatan ekonomi nasional yang sangat besar. Jika sektor ini terus berkembang dan naik kelas, maka kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja akan semakin signifikan,” katanya.
Lebih lanjut, Binton mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia menilai bahwa kemajuan bangsa tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. “Pembangunan adalah kerja bersama. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat harus saling mendukung untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak mudah pesimis terhadap masa depan. Menurutnya, era digital telah membuka banyak peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk berkarya, berinovasi, dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Anak-anak muda Indonesia harus percaya diri. Dunia saat ini memberikan banyak peluang bagi mereka yang mau belajar, beradaptasi, dan terus mengembangkan diri. Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang produktif dan inovatif,” tegasnya.
Binton menambahkan bahwa perjalanan menuju negara maju memang tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi kebijakan, serta komitmen seluruh elemen bangsa untuk terus melakukan perbaikan di berbagai sektor. Namun demikian, ia optimistis bahwa Indonesia memiliki semua modal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. “Kita tidak boleh hanya melihat tantangan, tetapi juga harus melihat peluang yang ada di depan mata. Saya yakin dengan kerja keras, persatuan, dan semangat optimisme, Indonesia mampu menjadi negara maju yang disegani di dunia,” katanya. Di akhir keterangannya, Binton mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat optimisme dan berkontribusi sesuai peran masing-masing dalam pembangunan bangsa.
“Optimisme adalah energi yang mendorong kemajuan. Mari kita terus bekerja, berkarya, dan berkontribusi untuk Indonesia. Saya percaya Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju, dan cita-cita itu bisa kita wujudkan bersama jika seluruh elemen bangsa bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tutup Binton.
