Depok – Arus investasi yang terus masuk ke Indonesia menjadi salah satu indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai sektor, mulai dari manufaktur, teknologi, energi, infrastruktur, hingga ekonomi digital, terus menarik minat investor baik dari dalam maupun luar negeri. Kondisi ini memberikan optimisme bahwa Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menjanjikan di kawasan Asia. Peningkatan investasi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penerimaan negara, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Indonesia.
Menanggapi perkembangan tersebut, Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., menyambut positif meningkatnya investasi yang masuk ke Indonesia. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan investasi harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal. “Masuknya investasi tentu merupakan kabar baik bagi perekonomian nasional. Ini menunjukkan bahwa Indonesia masih dipercaya sebagai negara yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun yang paling penting adalah bagaimana investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Binton.
Menurutnya, investasi yang masuk harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam membuka kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat. “Jangan sampai investasi hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi di atas kertas, tetapi manfaatnya tidak dirasakan masyarakat. Kita ingin investasi hadir untuk menciptakan pekerjaan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memperkuat ekonomi daerah,” katanya.
Binton menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki bonus demografi yang sangat besar dengan jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat. Kondisi tersebut merupakan peluang besar apabila dapat diimbangi dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang memadai. Menurutnya, setiap investasi yang masuk harus mampu memanfaatkan potensi sumber daya manusia Indonesia sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan.
“Kita memiliki tenaga kerja yang besar dan potensial. Oleh karena itu, perusahaan yang berinvestasi di Indonesia harus memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan,” tegasnya. Ia juga menilai bahwa peningkatan investasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Binton, pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha perlu memperkuat kerja sama untuk mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri modern. “Investasi akan lebih bermanfaat jika didukung tenaga kerja yang kompeten. Karena itu pelatihan kerja, pendidikan vokasi, dan peningkatan keterampilan harus terus diperkuat agar masyarakat siap mengisi peluang kerja yang tersedia,” jelasnya.
Binton mengapresiasi berbagai langkah pemerintah yang terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, serta peningkatan kemudahan berusaha. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia tetap kompetitif dalam menarik investasi di tengah persaingan global yang semakin ketat. “Kita patut mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi. Infrastruktur yang semakin baik dan berbagai kemudahan yang diberikan menjadi modal penting untuk menarik investor masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Namun demikian, Binton menegaskan bahwa investasi yang berkualitas bukan hanya soal besarnya nilai investasi, tetapi juga sejauh mana investasi tersebut mampu memberikan efek berganda bagi masyarakat. Ia berharap perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Indonesia juga memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal melalui program pelatihan, transfer teknologi, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Investasi yang ideal adalah investasi yang menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.
Selain itu, Binton juga mendorong agar pelaku UMKM dapat dilibatkan dalam rantai pasok industri yang dibangun oleh para investor. Menurutnya, kolaborasi antara investasi besar dan UMKM akan memperkuat perekonomian nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi hingga ke tingkat masyarakat bawah. “UMKM harus menjadi bagian dari pertumbuhan investasi. Ketika investor dan UMKM dapat bekerja sama, maka dampak ekonomi yang dihasilkan akan jauh lebih besar dan lebih merata,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja yang semakin terbuka seiring meningkatnya investasi di berbagai sektor. Menurutnya, peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, dan keterampilan digital menjadi modal penting untuk bersaing di dunia kerja modern.
“Anak-anak muda harus memanfaatkan peluang ini dengan terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya. Di akhir keterangannya, Binton menyampaikan optimismenya terhadap masa depan perekonomian Indonesia. Ia meyakini bahwa dengan investasi yang terus tumbuh dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Saya mendukung masuknya investasi ke Indonesia karena hal itu sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi. Namun saya berharap setiap investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan serapan tenaga kerja lokal, pengembangan keterampilan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Binton.
