Depok – Di tengah persaingan global yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat, pendidikan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Negara-negara yang berhasil membangun sumber daya manusia yang unggul umumnya menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan.
Pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa kembali menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas merupakan investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah negara untuk menciptakan generasi yang cerdas, produktif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global. “Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. Semakin baik pendidikan yang diberikan kepada generasi muda, semakin besar peluang Indonesia untuk menjadi negara maju,” ujar Binton. Menurutnya, pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan infrastruktur memang penting, namun pembangunan manusia melalui pendidikan memiliki dampak yang jauh lebih besar dalam jangka panjang.
Ia menilai bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. “Negara yang maju adalah negara yang memiliki manusia-manusia yang terdidik, kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan solusi atas berbagai tantangan. Karena itu pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional,” katanya.
Binton menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, integritas, disiplin, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Menurutnya, generasi muda Indonesia harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat, termasuk perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang mulai memengaruhi berbagai sektor kehidupan. “Kita tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Menurut Binton, setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggal. “Pendidikan harus menjadi hak yang dapat diakses oleh semua anak bangsa. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena keterbatasan ekonomi atau faktor geografis,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, Binton mengapresiasi berbagai program pemerintahan Bapak Presiden Prabowo dan wakil presiden Gibran yang benar benar sangat fokus dan peduli memberbaiki permasalahan dalam dunia pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan nasional, termasuk pembangunan sarana pendidikan, peningkatan kompetensi guru, bantuan pendidikan, serta pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Namun demikian, ia menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan zaman yang terus berubah. “Pemerintah telah melakukan banyak langkah positif di bidang pendidikan. Namun tantangan ke depan semakin kompleks sehingga peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi agenda yang terus diperkuat,” ujarnya.
Binton juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara dunia pendidikan dan dunia industri. Menurutnya, kurikulum pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Ia menilai bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja yang menyebabkan sebagian lulusan kesulitan memperoleh pekerjaan. “Pendidikan harus mampu mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia nyata. Link and match antara sekolah, perguruan tinggi, dan dunia industri harus terus diperkuat agar lulusan memiliki daya saing yang tinggi,” katanya.
Selain itu, Binton mengajak generasi muda untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana meningkatkan kualitas diri dan memperluas peluang masa depan. Menurutnya, semangat belajar harus terus dipelihara karena pengetahuan dan keterampilan akan menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan global. “Belajar adalah investasi yang tidak akan pernah merugikan. Apa yang kita pelajari hari ini akan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan dan meraih peluang di masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia apabila mampu membangun sumber daya manusia yang unggul. “Bonus demografi adalah peluang emas. Namun peluang itu hanya akan menjadi keuntungan jika kita mampu mempersiapkan generasi muda melalui pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Binton menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia. Ia meyakini bahwa dengan komitmen yang kuat terhadap pembangunan pendidikan, Indonesia mampu melahirkan generasi yang akan membawa bangsa menuju kemajuan yang lebih besar. “Pendidikan berkualitas adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Mari kita bersama-sama mendukung peningkatan kualitas pendidikan agar lahir generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global. Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas pendidikan yang kita bangun hari ini,”, saya juga merasakan manfaat pendidikan berbagai disiplin ilmu hingga saat ini diusia 56 tahun masih menyelesaikan program Doktor S3 Hukum Bisnis, karena saya yakin bahwa pendidikan adalah investasi yang tidak ternilai harganya, tutup Binton.
