Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok
Dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan, organisasi, maupun ketika bertemu dengan banyak orang, kemampuan berkomunikasi mempunyai peranan yang sangat penting. Menurut saya, wibawa seseorang tidak selalu ditentukan oleh seberapa keras ia berbicara atau seberapa banyak kata yang disampaikan. Justru ketenangan, cara membawa diri, dan kemampuan mengendalikan ucapan sering memberikan kesan yang jauh lebih kuat. Orang yang tenang bukan berarti lemah. Seseorang yang berbicara dengan terukur, tidak terburu-buru, dan mampu mendengarkan orang lain menunjukkan bahwa ia mempunyai kendali terhadap dirinya sendiri.
Berbicara Lebih Tenang Membuat Pesan Lebih Kuat
Ketika berbicara terlalu cepat, pesan yang sebenarnya penting dapat kehilangan maknanya. Sebaliknya, tempo yang lebih tenang memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk memahami setiap kata yang kita sampaikan. Menurut saya, tidak perlu meninggikan suara untuk menunjukkan ketegasan. Nada yang tenang tetapi jelas justru dapat menunjukkan kepercayaan diri dan kematangan. Berikan jeda ketika menyampaikan sesuatu yang penting. Jangan takut terhadap keheningan beberapa detik. Terkadang jeda kecil membuat ucapan mempunyai bobot yang lebih besar.
Sikap Santai Bukan Berarti Tidak Serius
Ketika berada dalam pertemuan atau berbicara di depan orang lain, rasa gugup adalah sesuatu yang wajar. Namun jangan sampai kegugupan mengendalikan cara kita berbicara dan bersikap. Menurut saya, orang yang mampu menjaga ketenangan akan terlihat lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih mudah dipercaya. Duduk atau berdirilah dengan nyaman, dengarkan dengan baik, tatap lawan bicara secara wajar, dan jangan terburu-buru memberikan jawaban. Ketenangan membuat pikiran lebih jernih. Dan ketika pikiran jernih, keputusan maupun perkataan biasanya menjadi lebih baik.
Bangun Hubungan dengan Tulus, Jangan Memaksakan Koneksi
Dalam perjalanan hidup kita akan bertemu banyak orang baru. Ada yang akhirnya menjadi sahabat, mitra, rekan kerja, atau membuka kesempatan baru. Namun tidak semua pertemuan harus dipaksakan menjadi hubungan yang dekat. Menurut saya, perlakukan orang yang baru dikenal dengan ramah dan terbuka seperti seorang kawan. Dengarkan ceritanya, bangun komunikasi secara alami, dan berikan penghargaan yang sama kepada siapa pun. Jika hubungan tersebut berkembang, jagalah dengan baik. Jika ternyata tidak mempunyai kecocokan, tidak perlu dipaksakan. Hubungan yang sehat tumbuh melalui rasa saling percaya, bukan karena kepentingan sesaat.
Pada akhirnya, wibawa bukan tentang membuat orang lain takut kepada kita, tetapi membuat orang lain merasa nyaman sekaligus menghargai kita. Hal itu dibangun melalui ketenangan, cara berbicara yang terukur, kemampuan mendengarkan, dan sikap yang menghormati orang lain.
Saran saya sederhana perlambat cara berbicara ketika diperlukan, jaga nada suara, berani memberikan jeda, jangan terlihat tergesa-gesa, dan bangun hubungan dengan tulus. Tidak perlu berusaha terlalu keras untuk terlihat berwibawa. Ketika seseorang mampu mengendalikan dirinya, wibawa biasanya akan terlihat dengan sendirinya.(BN)
