Pergantian kepemimpinan dalam sebuah institusi negara merupakan bagian dari proses regenerasi sekaligus momentum untuk memperkuat organisasi. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sebelum menjabat Kapolri, Suyudi Ario Seto merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Saya mengucapkan selamat bertugas kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru. Jabatan Kapolri merupakan amanah yang besar karena kepolisian bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat hampir setiap hari, mulai dari keamanan, pelayanan, penegakan hukum hingga perlindungan masyarakat.
Pada saat yang sama, penghargaan dan terima kasih patut disampaikan kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas pengabdian dan tanggung jawabnya selama memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia. Menurut saya, pergantian Kapolri hendaknya tidak hanya dilihat sebagai pergantian seorang pemimpin, tetapi juga sebagai momentum untuk melanjutkan hal-hal yang sudah baik sekaligus melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Kepercayaan Publik Harus Menjadi Modal Utama
Tantangan terbesar kepolisian ke depan bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa hukum diterapkan secara profesional, transparan dan tidak membedakan siapa pun. Setiap laporan masyarakat harus memperoleh pelayanan yang baik, setiap proses hukum harus mempunyai kepastian, dan setiap penggunaan kewenangan harus dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, saya berharap Kapolri yang baru terus memperkuat mekanisme pengawasan internal serta memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan.
Tegas terhadap Kejahatan, Humanis terhadap Masyarakat
Polisi harus mampu menunjukkan ketegasan ketika berhadapan dengan kejahatan, tetapi tetap mengedepankan pendekatan yang humanis ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketegasan dan humanisme bukanlah dua hal yang bertentangan. Tegas terhadap kejahatan, tetapi menghormati hak masyarakat. Kuat dalam menjalankan kewenangan, tetapi tetap tunduk pada hukum. Prinsip seperti inilah yang menurut saya akan semakin memperkuat kewibawaan Polri.
Integritas Personel Harus Terus Dijaga
Besarnya kewenangan yang dimiliki kepolisian harus selalu diimbangi dengan integritas yang kuat. Kapolri yang baru diharapkan tidak ragu memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang bekerja dengan baik, jujur dan profesional. Sebaliknya, pelanggaran yang dilakukan personel juga harus ditangani secara transparan dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat bahwa institusi Polri memiliki mekanisme untuk menjaga kehormatan organisasinya sendiri.
Tantangan Kejahatan Juga Terus Berubah
Kejahatan saat ini berkembang semakin kompleks. Selain kejahatan konvensional, masyarakat menghadapi penipuan digital, kejahatan siber, narkotika, perdagangan manusia, perjudian ilegal serta berbagai bentuk kejahatan ekonomi yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Pengalaman Jenderal Suyudi Ario Seto sebelum menjadi Kapolri sebagai Kepala BNN menjadi salah satu bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum menerima amanah baru tersebut. Karena itu, peningkatan kemampuan teknologi, kualitas penyidik, sistem informasi, serta kerja sama antarlembaga perlu terus diperkuat agar aparat penegak hukum tidak tertinggal dari perkembangan modus kejahatan.
Jadikan Polri Semakin Dekat dengan Masyarakat
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kepolisian tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya perkara yang ditangani. Masyarakat juga menilai dari pengalaman mereka ketika datang ke kantor polisi, membuat laporan, meminta perlindungan atau membutuhkan bantuan. Pelayanan yang sederhana, cepat, transparan dan manusiawi akan mempunyai dampak besar terhadap kepercayaan masyarakat. Menurut saya, Polri yang kuat adalah Polri yang dipercaya masyarakat. Dan kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui slogan, tetapi melalui pelayanan dan tindakan nyata yang dirasakan masyarakat setiap hari.
Selamat bertugas kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Republik Indonesia. Semoga amanah besar ini dijalankan dengan integritas, keberanian, profesionalisme dan keberpihakan kepada keadilan. Teruslah memperkuat Polri sebagai institusi yang hadir memberikan rasa aman, memberikan kepastian hukum, serta melayani masyarakat dengan semakin baik.
Selamat bekerja, Jenderal. Indonesia menaruh harapan besar agar Polri semakin profesional, modern, transparan dan semakin dipercaya masyarakat.(BN)
