Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Penetua Gereja | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah lebih dari 30 tahun pengabdian sebagai Pelayan Nasabah | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” — Roma 12:12
Dalam kehidupan, tidak semua doa langsung mendapatkan jawaban. Ada perjuangan yang membutuhkan waktu, ada persoalan yang belum menemukan jalan keluar, dan ada harapan yang terasa semakin jauh. Pada saat seperti inilah manusia sering mulai lelah, kecewa, bahkan bertanya apakah Tuhan masih mendengar. Namun Roma 12:12 memberikan tiga kekuatan penting tetap mempunyai pengharapan, bersabar dalam kesulitan, dan terus berdoa. Menurut saya, iman bukan hanya terlihat ketika kehidupan berjalan sesuai keinginan kita. Iman justru semakin nyata ketika kita tetap percaya meskipun hasil yang kita harapkan belum terlihat.
Lebih dari 30 tahun saya mengabdi di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai pelayan nasabah di wilayah Depok. Saya bertemu dengan ribuan masyarakat yang mempunyai berbagai perjuangan kehidupan. Ada yang membangun usaha dari kecil, mengalami kesulitan ekonomi, menghadapi kegagalan, kemudian mencoba kembali. Dari perjalanan tersebut saya belajar bahwa kesulitan bukan selalu akhir dari sebuah perjalanan. Orang yang hari ini sedang jatuh masih dapat bangkit. Usaha yang sedang mengalami kesulitan masih dapat diperbaiki. Kesalahan yang pernah dilakukan masih dapat menjadi pelajaran. Karena itu, jangan terlalu cepat menyerah hanya karena keadaan hari ini belum sesuai harapan.
Bersabar bukan berarti berdiam diri. Kalau usaha sedang sulit, evaluasi dan perbaiki. Kalau hubungan dengan keluarga bermasalah, belajarlah mendengar, meminta maaf, dan mengampuni. Kalau pernah salah mengambil keputusan, beranilah mengakuinya dan mengambil langkah yang lebih baik. Dalam perjalanan hidup saya, pelayanan juga menjadi bagian penting. Ketika bekerja di Bank BRI, saya belajar menjadi pelayan nasabah. Ketika dipercaya menjadi penetua gereja, saya belajar melayani Tuhan dan sesama. Dan ketika masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya menjadi Anggota DPRD Kota Depok, saya kembali belajar menjadi pelayan masyarakat. Tempat pelayanan dapat berubah, tetapi prinsipnya tetap sama hidup harus memberikan manfaat.
Jangan berhenti berbuat baik hanya karena hidup kita sendiri sedang menghadapi persoalan. Kita tetap dapat menjadi berkat melalui perhatian, doa, informasi, kesempatan, semangat, atau pertolongan sederhana kepada orang lain. Kadang Tuhan belum langsung mengubah keadaan. Tetapi melalui proses itu, Tuhan dapat membentuk kita menjadi lebih sabar, lebih kuat, lebih rendah hati, dan lebih bijaksana. Karena itu, ketika jawaban belum datang, jangan kehilangan pengharapan. Tetaplah bekerja, tetaplah memperbaiki diri, tetaplah berbuat baik, dan terutama tetaplah berdoa. Pengharapan membuat kita tetap melihat ke depan. Kesabaran membuat kita mampu bertahan. Dan doa membuat kita tetap dekat kepada Tuhan.
Jangan menyerah hanya karena perjalanan terasa panjang. Bisa jadi Tuhan belum selesai membentuk kita untuk sesuatu yang lebih baik di depan.(BN)
