Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok
Ada pesan Bung Hatta yang sangat relevan untuk kehidupan kita kekurangan dalam pengetahuan dapat diperbaiki melalui proses belajar, sementara kemampuan dan kecakapan dapat berkembang melalui pengalaman. Tetapi ketika seseorang kehilangan kejujuran, persoalannya menjadi jauh lebih mendasar karena menyangkut karakter dan kepercayaan. Ungkapan tentang pentingnya kejujuran ini juga banyak dikutip oleh lembaga pemerintah dan institusi pendidikan sebagai pesan moral Bung Hatta. Menurut saya, pesan tersebut semakin penting di tengah kehidupan modern yang sangat kompetitif. Kita hidup pada masa ketika ilmu pengetahuan dapat dipelajari dengan cepat, teknologi dapat membantu meningkatkan kemampuan, dan pengalaman dapat membentuk kecakapan. Tetapi semua kemampuan tersebut akan kehilangan nilainya apabila tidak disertai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.
Kecerdasan Bisa Terus Dikembangkan
Tidak semua orang mempunyai kemampuan yang sama. Ada yang cepat memahami sesuatu, ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang. Hal itu bukan alasan untuk berhenti berkembang. Belajar adalah proses sepanjang kehidupan. Membaca, bertanya, berdiskusi, mengikuti pendidikan, serta berani menerima koreksi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas diri. Menurut saya, orang yang belum mengetahui sesuatu bukanlah persoalan. Persoalan muncul ketika seseorang tidak mengetahui tetapi tidak mempunyai kemauan untuk belajar. Karena itu, jangan malu mengakui kekurangan pengetahuan. Justru kesadaran bahwa kita masih perlu belajar merupakan awal dari perkembangan.
Kecakapan Dibentuk oleh Pengalaman
Kemampuan tidak selalu lahir dari teori. Banyak keterampilan justru berkembang melalui pengalaman, latihan, kegagalan, dan keberanian mencoba kembali. Seseorang dapat menjadi lebih cakap karena terus menghadapi persoalan dan belajar menemukan solusinya. Dalam pekerjaan, organisasi, pelayanan publik, maupun dunia usaha, pengalaman seharusnya membuat seseorang semakin matang dalam mengambil keputusan. Kesalahan masa lalu harus menjadi bahan evaluasi, bukan sesuatu yang terus-menerus diulang. Menurut saya, pengalaman baru mempunyai nilai ketika mampu membuat kita bekerja lebih baik, lebih bijaksana, dan lebih bertanggung jawab.
Kejujuran Adalah Modal yang Tidak Boleh Hilang
Pengetahuan dapat ditambah dan kemampuan dapat dilatih, tetapi kepercayaan yang rusak akibat ketidakjujuran sering kali jauh lebih sulit dipulihkan. Dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, pemerintahan, maupun bisnis, kepercayaan adalah modal yang sangat berharga. Sekali seseorang dikenal tidak dapat dipercaya, hubungan dengan orang lain dapat ikut terganggu. Karena itu, kejujuran tidak boleh hanya digunakan ketika keadaan menguntungkan. Integritas justru terlihat ketika seseorang tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada orang yang melihat dan meskipun keputusan tersebut mungkin tidak memberikan keuntungan langsung.
Menurut saya, orang yang cerdas memang dibutuhkan, orang yang cakap juga diperlukan, tetapi orang yang cerdas dan cakap sekaligus jujur jauh lebih berharga. Ilmu tanpa integritas dapat disalahgunakan, sementara kemampuan tanpa tanggung jawab dapat merugikan orang lain. Karena itu, pendidikan jangan hanya mengejar kecerdasan akademik. Keluarga, sekolah, organisasi, dunia usaha, dan pemerintahan juga harus terus membangun budaya jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berani mengatakan yang benar.
Saran saya sederhana teruslah belajar agar semakin cerdas, teruslah berlatih agar semakin cakap, tetapi yang paling penting, jagalah kejujuran agar tetap dipercaya. Karena keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang kita ketahui atau seberapa tinggi kemampuan kita, tetapi juga oleh seberapa kuat karakter dan integritas yang kita pertahankan.(BN)
