Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Kesehatan tidak datang secara instan. Kesehatan itu dirajut, bukan disulap. Ia dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan secara konsisten setiap hari, bahkan dari hal-hal sederhana yang sering kali kita anggap sepele. Banyak orang bertanya bagaimana seseorang dapat tetap terlihat bugar ketika sudah memasuki usia lanjut, bahkan pada usia 84 tahun. Jawabannya sering kali bukan sesuatu yang rumit. Kebugaran justru dapat berawal dari rutinitas sederhana: menjaga asupan cairan, bergerak secara teratur, beristirahat dengan cukup, mengonsumsi makanan yang baik, serta memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sesuai kondisi masing-masing.
Kebiasaan Kecil Memberikan Dampak Besar
Segelas air hangat di pagi hari mungkin terlihat sederhana. Berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan beberapa menit juga terlihat biasa. Namun apabila dilakukan secara konsisten, kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut membantu kita membangun pola hidup yang lebih teratur. Menurut saya, yang sering membuat seseorang sulit menjaga kesehatan bukan karena tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi karena sulit mempertahankan kebiasaan baik secara konsisten. Kita sering menunggu tubuh terasa tidak nyaman terlebih dahulu baru mulai memperhatikan kesehatan. Padahal menjaga tubuh sebaiknya dilakukan ketika kita masih merasa sehat. Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini atau besok, tetapi kebiasaan baik yang dilakukan sekarang dapat menjadi bekal bagi kualitas hidup kita pada masa mendatang.
Bergerak Tidak Harus Selalu Berat
Olahraga juga tidak selalu berarti aktivitas berat. Bagi sebagian orang, berjalan santai, melakukan peregangan, senam ringan, atau aktivitas fisik sederhana sudah menjadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan bergerak. Yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan usia, kemampuan dan kondisi tubuh. Menurut saya, lebih baik melakukan aktivitas ringan secara konsisten daripada memiliki rencana olahraga besar tetapi tidak pernah dilakukan. Tubuh manusia membutuhkan gerak. Semakin kita membiasakan diri aktif, semakin kita belajar menghargai tubuh yang telah menemani kita bekerja, beraktivitas dan menjalani kehidupan setiap hari.
Nutrisi Adalah Bagian dari Pola Hidup
Selain aktivitas fisik, tubuh juga membutuhkan asupan yang baik. Makanan bergizi, kecukupan cairan, serta pemenuhan nutrisi yang sesuai merupakan bagian penting dari kebiasaan hidup sehat. Produk nutrisi seperti BETTERDAYS dapat menjadi bagian dari pilihan seseorang dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya, tetapi menurut saya prinsip terpenting tetaplah membangun pola hidup yang seimbang secara menyeluruh. Tidak ada satu kebiasaan atau satu produk yang dapat menggantikan seluruh unsur kesehatan. Tubuh membutuhkan keseimbangan antara makanan, aktivitas, istirahat, pikiran yang sehat, pemeriksaan kesehatan bila diperlukan, serta kedisiplinan dalam menjalani pola hidup.
Kesehatan Adalah Keputusan Harian
Menurut saya, kalimat “kesehatan adalah keputusan harian” mempunyai makna yang sangat kuat. Setiap hari kita membuat pilihan. Apakah kita cukup minum? Apakah kita bergerak? Apakah kita memilih makanan yang lebih baik? Apakah kita memberikan tubuh waktu untuk beristirahat? Apakah kita terus memaksakan diri ketika tubuh sudah memberikan tanda untuk berhenti? Pilihan-pilihan kecil tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dilakukan selama bertahun-tahun, dampaknya menjadi sangat besar. Kita tidak dapat mengendalikan seluruh hal yang terjadi terhadap kesehatan kita. Namun kita tetap dapat mengambil bagian dengan merawat tubuh sebaik mungkin.
Tidak Pernah Terlambat untuk Memulai
Ada orang yang merasa sudah terlalu tua untuk memulai hidup sehat. Ada pula yang merasa selama ini sudah terlalu banyak melakukan kebiasaan yang kurang baik sehingga percuma untuk berubah. Menurut saya, jangan berpikir demikian. Selama kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan, maka selalu ada kesempatan untuk memulai. Tidak harus langsung sempurna. Mulailah dari yang sederhana. Minum air yang cukup. Bergerak sedikit lebih banyak. Kurangi kebiasaan yang merugikan tubuh. Perhatikan makanan. Tidur dengan lebih teratur. Dan apabila mempunyai kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan kebutuhan aktivitas maupun nutrisi dengan tenaga kesehatan. Sebab menyayangi tubuh bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat hari ini. Menyayangi tubuh adalah bagaimana kita mempersiapkan diri agar tetap dapat menjalani kehidupan, bekerja, berkumpul bersama keluarga dan menikmati usia yang Tuhan berikan kepada kita.
Menurut saya, usia panjang akan menjadi lebih berarti apabila kita juga berusaha menjaga kualitas hidup di dalamnya. Karena itu, mari mulai menciptakan better days kita dari sekarang. Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Jangan menunggu usia bertambah untuk mulai berubah. Kesehatan tidak dibangun dalam satu malam. Ia dirajut melalui keputusan-keputusan kecil yang kita lakukan setiap hari. Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai menyayangi tubuh kita sendiri.
St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
