Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | Pelaku dan Pemerhati UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Video ini menyampaikan pesan yang menurut saya sangat sederhana, tetapi mempunyai makna yang dalam tentang bagaimana menjalani kehidupan. Kerja keras memang penting, tetapi kerja keras saja tidak cukup. Hidup juga membutuhkan arah, kemauan untuk terus belajar, kejujuran, rasa syukur, kemampuan menerima keadaan, serta kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Kita sering mendengar nasihat bahwa kalau ingin berhasil, kita harus bekerja keras. Saya setuju. Namun, kerja keras yang tidak mempunyai arah dan prioritas dapat membuat seseorang hanya kelelahan tanpa mengetahui ke mana sebenarnya ia sedang berjalan. Menurut saya, kerja keras harus berjalan bersama arah yang jelas. Kita perlu mengetahui apa yang sedang diperjuangkan, mana yang menjadi prioritas, dan mana yang tidak perlu menghabiskan terlalu banyak tenaga serta pikiran.
Kerja Keras Harus Memiliki Arah
Dalam kehidupan maupun pekerjaan, kesibukan tidak selalu berarti kemajuan. Seseorang dapat bekerja sejak pagi sampai malam, tetapi apabila tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas, hasilnya belum tentu membawa dirinya semakin dekat kepada apa yang ingin dicapai. Pengalaman saya selama kurang lebih 31 tahun bekerja di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mengajarkan bahwa kerja keras harus disertai kedisiplinan, perencanaan, kehati-hatian, dan kemampuan menentukan prioritas. Demikian pula ketika memasuki dunia politik dan mendapatkan amanah sebagai Anggota DPRD Kota Depok. Persoalan masyarakat sangat banyak dan semuanya penting. Karena itu, kita harus mampu melihat persoalan mana yang membutuhkan perhatian segera, mana yang harus diperjuangkan melalui kebijakan, dan mana yang membutuhkan proses lebih panjang.
Prinsipnya sederhana: jangan hanya bekerja keras, tetapi bekerjalah dengan arah.
Jangan Pernah Berhenti Belajar
Pesan lain yang menarik dalam video tersebut adalah pentingnya terus belajar. Menurut saya, belajar tidak pernah mengenal batas usia. Belajar bukan hanya membaca buku atau mengikuti pendidikan formal. Kita juga belajar dari pekerjaan, pengalaman, kegagalan, kesalahan, kritik, pertemuan dengan orang lain, bahkan dari persoalan yang kita hadapi setiap hari. Semakin panjang perjalanan hidup seseorang, seharusnya semakin banyak pula pelajaran yang dapat diambil. Kegagalan tidak selalu berarti kita kalah. Kadang-kadang kegagalan justru menjadi guru yang paling jujur karena menunjukkan bagian mana yang harus diperbaiki. Karena itu, sampai sekarang saya tetap memilih untuk belajar, termasuk melalui pendidikan doktoral di bidang hukum. Bagi saya, selama kita masih diberi kesempatan, kita masih mempunyai kesempatan untuk menambah pengetahuan dan memperbaiki diri. Jangan pernah merasa terlalu tua untuk belajar sesuatu yang baru.
Kejujuran adalah Modal untuk Bertahan
Ada satu hal yang tidak boleh dilepaskan dalam perjalanan kehidupan, yaitu kejujuran. Menurut saya, seseorang boleh memiliki kemampuan, pengetahuan, jaringan, jabatan, ataupun modal yang besar. Namun, tanpa kejujuran, semua itu sulit bertahan dalam jangka panjang. Kejujuran bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Kita harus berani mengakui apabila melakukan kesalahan. Kita harus mampu mengatakan bahwa kita belum mengetahui sesuatu ketika memang belum mengetahuinya. Kita juga harus berani mengevaluasi diri ketika hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan. Dalam dunia perbankan, kepercayaan merupakan sesuatu yang sangat penting. Dalam dunia usaha pun demikian. Bahkan dalam politik, kepercayaan masyarakat merupakan modal yang tidak dapat dibeli hanya dengan kata-kata.
Kepercayaan dibangun dalam waktu yang panjang, tetapi dapat hilang dalam waktu yang sangat singkat apabila kejujuran ditinggalkan.
Karena itu, bekerja keraslah, tetapi jangan pernah mengorbankan integritas. Jangan Menunggu Semuanya Sempurna untuk Bersyukur Hal lain yang menurut saya sangat penting dari pesan video tersebut adalah tentang rasa syukur. Sering kali manusia baru merasa akan bahagia apabila semua keinginannya tercapai. Kita berkata dalam hati: nanti kalau usaha sudah besar saya akan bahagia, nanti kalau mempunyai jabatan saya akan bersyukur, nanti kalau mempunyai rumah, kendaraan, tabungan, atau kehidupan yang lebih nyaman saya akan merasa cukup. Padahal, kalau rasa syukur selalu menunggu semua keadaan menjadi sempurna, mungkin kita tidak akan pernah benar-benar merasa cukup.
Bersyukur justru harus dilakukan ketika kehidupan masih dalam proses.
Kita bersyukur karena masih diberikan kesehatan. Kita bersyukur karena masih mempunyai kesempatan bekerja. Kita bersyukur karena masih mempunyai keluarga, sahabat, pengalaman, pengetahuan, dan kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Bersyukur bukan berarti berhenti mempunyai cita-cita. Bersyukur juga bukan berarti pasrah dan tidak mau berusaha. Kita tetap bekerja keras untuk kehidupan yang lebih baik, tetapi pada saat yang sama kita belajar menghargai apa yang sudah diberikan kepada kita hari ini.
Kesehatan Jangan Baru Dihargai Setelah Hilang
Dalam perjalanan kehidupan, ada hal-hal yang baru terasa sangat mahal ketika sudah tidak kita miliki. Salah satunya adalah kesehatan. Kita dapat mempunyai pekerjaan, usaha, jabatan, dan banyak rencana. Namun, tanpa kesehatan, semuanya menjadi jauh lebih sulit untuk dijalankan. Karena itu, menurut saya, keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan atau seberapa tinggi jabatan yang dicapai. Keberhasilan juga berarti mampu menjaga keseimbangan kehidupan, menjaga kesehatan, menjaga keluarga, dan tetap mempunyai waktu untuk menikmati perjalanan yang sedang dijalani. Jangan sampai kita mengorbankan seluruh kesehatan untuk mengejar sesuatu, kemudian suatu hari harus menghabiskan apa yang telah kita kumpulkan hanya untuk mendapatkan kembali kesehatan yang pernah kita abaikan.
Fokus pada Apa yang Bisa Kita Kendalikan
Dalam kehidupan, tidak semua hal berada dalam kekuasaan kita. Kita tidak dapat sepenuhnya mengendalikan pendapat orang lain. Kita tidak dapat memastikan semua rencana berjalan sesuai keinginan. Kita juga tidak dapat menentukan bahwa kehidupan akan selalu mudah. Tetapi ada sesuatu yang masih dapat kita kendalikan: cara kita bekerja, cara kita berpikir, cara kita memperlakukan orang lain, cara kita menghadapi masalah, dan keputusan yang kita ambil setiap hari. Karena itu, daripada terlalu banyak menghabiskan energi pada sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan, lebih baik fokus memperbaiki apa yang memang berada dalam kendali kita. Kerja keras penting, tetapi kerja cerdas juga diperlukan. Kita harus mengetahui kemampuan yang kita miliki, terus meningkatkannya, kemudian menggunakannya secara maksimal.
Hidup yang Baik Dibentuk Sedikit demi Sedikit
Bagian yang paling menarik bagi saya adalah pesan bahwa kehidupan yang baik mungkin bukan dibentuk oleh satu keputusan besar. Kehidupan justru banyak ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali setiap hari. Bangun tepat waktu mungkin terlihat kecil. Menepati janji terlihat sederhana. Membaca beberapa halaman buku setiap hari mungkin tidak langsung menghasilkan perubahan besar. Menyisihkan sebagian penghasilan, menjaga kesehatan, menghormati orang lain, datang tepat waktu, berdoa, bekerja dengan jujur, serta belajar dari kesalahan juga terlihat seperti hal-hal kecil. Namun, apabila dilakukan terus-menerus selama bertahun-tahun, kebiasaan kecil tersebut dapat membentuk karakter dan menentukan arah kehidupan seseorang. Sebaliknya, kebiasaan buruk yang dianggap kecil apabila terus dibiarkan juga dapat menjadi persoalan besar. Karena itu, perubahan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang luar biasa.
Mulailah sedikit demi sedikit, tetapi lakukan secara konsisten.
Hidup Bukan tentang Menjadi Sempurna
Pada akhirnya, menurut saya, kita tidak perlu menunggu menjadi manusia sempurna untuk mulai menjalani kehidupan dengan lebih baik. Kita semua pernah melakukan kesalahan. Kita semua pernah gagal. Kita semua mempunyai keterbatasan. Bahkan rencana yang sudah dipersiapkan dengan baik pun terkadang tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.Yang terpenting adalah jangan berhenti memperbaiki diri. Terus belajar dari pengalaman. Tetap bekerja keras, tetapi miliki arah. Jaga kejujuran. Syukuri apa yang telah diberikan. Jaga kesehatan. Fokus pada apa yang dapat kita kendalikan. Kemudian bangun kebiasaan baik sedikit demi sedikit. Menurut saya, hidup yang baik bukan hasil dari satu keputusan besar yang kita buat dalam satu hari. Hidup yang baik merupakan hasil dari keputusan-keputusan kecil dan kebiasaan baik yang kita pilih untuk dilakukan setiap hari. Kita mungkin tidak dapat mengendalikan seluruh perjalanan kehidupan, tetapi kita dapat menentukan bagaimana kita menjalani perjalanan tersebut.
Kerja keras membawa kita bergerak, arah membuat kita mengetahui ke mana harus melangkah, kejujuran membuat kita dipercaya, rasa syukur membuat kita mampu menikmati perjalanan, dan kebiasaan baik membuat kita terus bertumbuh.
