Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Banyak pelaku UMKM memulai usaha dengan semangat yang sederhana: bagaimana produk bisa terjual dan menghasilkan pendapatan. Hal itu tentu penting. Namun menurut saya, UMKM tidak boleh berhenti hanya pada kemampuan menjual. Usaha yang ingin tumbuh dan bertahan lama harus mempunyai identitas, sistem, dan arah yang jelas. Tidak sedikit usaha yang penjualannya ramai tetapi sulit berkembang karena seluruh kegiatan masih bergantung kepada pemilik. Pemilik membeli bahan, melayani pelanggan, mencatat keuangan, mengatur stok, melakukan promosi, bahkan menyelesaikan seluruh persoalan sendiri. Ketika pemilik sakit atau tidak berada di tempat, usaha pun ikut terganggu.
UMKM Harus Mulai Membangun Sistem
Usaha yang sehat membutuhkan sistem sederhana tetapi jelas. Mulai dari pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan stok, pembagian tugas, standar pelayanan pelanggan, sampai target penjualan. Pelaku UMKM juga harus mulai memisahkan uang usaha dengan uang pribadi. Jangan sampai omzet terlihat besar tetapi pada akhirnya tidak diketahui berapa keuntungan sebenarnya. Usaha yang mempunyai sistem akan lebih mudah berkembang dibandingkan usaha yang seluruhnya bergantung kepada satu orang.
Bangun Identitas dan Kepercayaan
Di tengah persaingan yang semakin ketat, produk yang bagus saja belum tentu cukup. Pelanggan juga membutuhkan alasan mengapa mereka harus memilih produk kita dibandingkan produk lain. Karena itu, UMKM perlu membangun identitas. Nama usaha, kualitas produk, kemasan, pelayanan, komunikasi di media sosial, hingga cara menangani keluhan pelanggan semuanya merupakan bagian dari citra usaha. Kepercayaan pelanggan merupakan aset yang sangat berharga. Sekali kepercayaan dibangun dengan baik, pelanggan tidak hanya membeli sekali tetapi dapat kembali dan merekomendasikan usaha kita kepada orang lain.
Legalitas Jangan Dianggap Beban
Pelaku UMKM juga perlu memahami pentingnya legalitas usaha. NIB, izin yang sesuai bidang usaha, administrasi perpajakan, perlindungan merek, hingga dokumen pendukung lainnya seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses naik kelas. Legalitas dapat membuka lebih banyak kesempatan, mulai dari kerja sama dengan perusahaan, akses pembiayaan, mengikuti pengadaan, memperluas pasar, hingga meningkatkan kepercayaan konsumen. Menurut saya, UMKM yang ingin tumbuh besar harus mulai membangun usahanya secara profesional sejak masih kecil.
Manfaatkan Teknologi
Perubahan perilaku konsumen juga menuntut UMKM untuk beradaptasi. Media sosial, marketplace, pembayaran digital, aplikasi pencatatan keuangan, dan berbagai teknologi lainnya dapat membantu usaha menjangkau pasar yang lebih luas. Namun teknologi hanyalah alat. Yang paling penting tetap kualitas produk, kejujuran, pelayanan, dan kemampuan menjaga kepercayaan pelanggan. Jangan menggunakan teknologi hanya untuk terlihat modern. Gunakan teknologi untuk membuat usaha lebih efisien, mudah ditemukan, dan semakin dekat dengan pelanggan.
Jangan Takut Bertumbuh Sedikit Demi Sedikit
Tidak semua UMKM harus langsung menjadi perusahaan besar. Pertumbuhan dapat dimulai dari hal sederhana: pencatatan keuangan yang lebih rapi, kemasan yang lebih baik, satu pegawai tambahan, pelanggan yang semakin banyak, legalitas yang semakin lengkap, atau pemasaran digital yang semakin aktif. Kemajuan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan perubahan besar dalam beberapa tahun.
UMKM yang kuat bukan hanya usaha yang ramai hari ini, tetapi usaha yang mampu bertahan, berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, kepada para pelaku UMKM, jangan hanya bertanya, “berapa yang terjual hari ini?” Mulailah juga bertanya, “usaha seperti apa yang ingin saya bangun lima atau sepuluh tahun ke depan?”
Ketika pelaku usaha mempunyai visi, sistem, keberanian belajar, dan disiplin mengelola usahanya, UMKM bukan lagi sekadar tempat mencari penghasilan sehari-hari. UMKM dapat tumbuh menjadi aset, membuka lapangan pekerjaan, dan menjadi kekuatan ekonomi bagi keluarga maupun daerah.
